March 26, 2011

Rupiah, 'Sesari Masa Kini'

Get the flash player here: http://www.adobe.com/flashplayer


Dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu sering menghaturkan canang sari, dimana canang tersebut selain berisi bunga juga disertakan uang. Uang inilah yang disebut sebagai sesari. "Sesari" adalah salah satu simbol persembahan. Sebenarnya uang yang dipakai dalam menghaturkan canang sari adalah uang kepeng (pis bolong). Karena uang kepeng itu merupakan lambang dari Siwa Sunya atau sebuah pemberian dengan rasa tulus iklas. Namun kini berselang kemajuan zaman uang kepeng macam dulu jarang ditemukan. Malah sekarang masyarakat menggantinya dengan uang 'rupiah'.Penggantian uang kepeng menjadi uang rupiah ini menyebabkan adanya pergeseran nilai sakral 'canang' tersebut. Namun penggunaan uang rupiah sebagai sesari 'masa kini' sah-sah saja, yang penting adalah niat dan keikhlasan orang yang menghaturkannya.

Berawal dari pergeseran tersebut menimbulkan suatu hal baru dimana ada beberapa orang yang berebut sesari. Entah karena 'sesari' yang digunakan sekarang sedikit menyimpang atau memang karena beberapa orang yang mencari penghidupan tanpa memikiran tata krama dan nilai religius suatu persembahan. Ada berbagai macam cara mereka untuk mendapatkan sesari itu, ada yang mengambilkan air laut untuk tirta kemudian menunggu canang selesai dihaturkan lalu diambil sesarinya, ada juga yang berebut dan mengmbilnya secara paksa. Ironis memang melihatnya, satu sisi nilai religius kita terusik, tapi satu sisi mereka memang kekurangan. Tetapi hanya saja cara mereka yang kurang tepat.
Foto-foto berikut sebagai cerminan betapa 'komersialnya' nilai sesari tersebut.
(Upacara Melasti di Padanggalak, Bali)

1 comment:

  1. PERTAMAXXXXXXXXXXXXXXXX

    fotonya bercerita sekali.. semua MECEDAR-MECEAR....

    pak melon memang master

    ReplyDelete

Related Posts with Thumbnails